Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2021

Cinta Itu Tumbuh Dari Kawan Menjadi Besan, Hingga Berjajar di Pekuburan

Gambar
Syekh Muhammad Sirâjiddin mempunyai hubungan istimewa dengan Syekh Ahmad al-Tirmânîni¹ hingga putera Syekh Muhammad Sirâjiddin yang bernama Yûsuf Sirâjiddin² dinikahkan dengan puteri beliau. Dari pernikahan ini lahirlah seorang putera yang diberi nama Syekh Ahmad Sirâjiddîn Tirmânîni³, dan (kebetulan) Syekh Ahmad al-Tirmânîni ini hanya memiliki dua puteri. Suatu ketika Syekh Muhammad Sirâjiddin bermimpi bahwa Syekh al-Tirmânîni memakaikan imâmah (serban) besar pada beliau dan ketika mimpi ini diceritakan pada Syekh al-Tirmânîni, beliau pun berkata: Kamu akan punya putera yang kini masih berada di kandungan ibunya, dan kelak akan memakai 'Imâmah (serban) itu -maksudnya serban Syekh Ahmad Tirmânîni- .  Selanjutnya beliau berkata: Kasihlah ia nama Muhammad Najib Sirâjiddin⁴. Sering kali Syekh Muhammad Sirajiddin menyertai Syekh Muhammad Najib mendatangi dars Syekh al-Tirmânîni diantaranya dars di Masjid Jâmi' Umawi al-kabîr hari senin setelah shalat dhuhur. Dan Syekh M...

Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri

Gambar
Ketika al-Imam al-Qaffâl al-Syâsyi (w. 365 H) mampu membuat gembok mini beserta kuncinya seberat 1 dâniq (0.496 gram), masyarakat kagum, heboh luar biasa, nama beliau viral. Namun ketika seorang Abu Bakar al-Qaffâl -kelak terkenal dengan sebutan al-Imam al-Qaffâl al-Shaghîr- mampu membuat gembok lebih mini lagi beserta kuncinya seberat satu thassûj (¼ dâniq= 0.124 gram), masyarakat menyukainya, tapi tak sempat viral. Ia pun mengadu pada sahabatnya: Tidakkah kau tahu bahwa segala sesuatu tergantung hoki? Al-Syâsyi membuat gembok beserta kuncinya seberat 1 dâniq, sebab itu virallah namanya (bergemuruh suara penduduk negeri menyebut-nyebut namanya). Sementara Aku membuat gembok seberat ¼ dari berat buatannya, gak ada yang menyebut-nyebut namaku.  Sahabatnya pun berkata:  Namanya disebut-sebut itu hanyalah karena ilmu, bukan karena gembok. Ia pun termotivasi dan serius mendalami ilmu (fiqh), padahal saat itu usianya telah mencapai 40 tahun. Ia lalu mendatangi seorang Syekh di Merv...

Ketika Syaikh Muhammad Zahid al-Kautsari tenggelam bersama kitab-kitab langka

Gambar
Syaikh Abdul Fattah Abu Ghuddah menceritakan kisah ini dalam kitab beliau: Telah terjadi insiden pada Syaikh (Guru) kami al-Imam Muhammad Zahid al-Kautsari -Mudah-mudahan Allah merahmati beliau-, (Wakil Syaikh al-Islam di era Daulah Utsmaniyyah, hijrah beserta agamanya dari Turki ke Kairo, lahir tahun 1296 H, dan wafat tahun 1371 H) di saat masa kuhûlah (usia antara 30 - 50 tahun) beliau tenggelam hampir-hampir wafat andainya Allah tak memberi kesempatan beliau untuk tetap hidup dan tenggelam pula sejumlah manuskrip yang berharga. Beliau senantiasa membawa/ditemani manuskrip-manuskrip itu baik ketika dalam perjalanan maupun ketika di rumah karena begitu berharganya dan begitu sayangnya, hingga beliau terus-menerus berduka sepanjang hidup beliau. Insiden itu terjadi tahun 1336 H (artinya terjadi saat usia beliau 40 tahun), saat itu beliau berada di Kastamonu dan hendak kembali ke Istanbul. Saat itu musim dingin, sehingga tidak memungkinkan menempuh perjalanan lewat darat kar...

Syekh Abdullah Sirajuddin

Gambar
Ketika Aku telah merampungkan menyusun kitab ini yang Aku namai: سيدنا محمد رسول الله صلى الله عليه وسلم - شمائله الحميدة خصاله المجيدة - Aku bermimpi melihat Nabi ﷺ. Beliau tiba dari safar bersama para sahabat -Radhiyallâhu 'anhum- seperti ada debu safar pada beliau dan beliau hendak mandi. Tiba-tiba beliau memerintahkan Aku untuk mengambilkan air untuk mandi. Aku pun berangkat bersama Sayyiduna Rabi'ah bin Ka'ab al-Aslamy Radhiyallâhu 'anhu -beliau ini adalah khadim air untuk wudhu dan mandi beliau ﷺ -, kami berdua berangkat menuju bak besar dan meletakkannya pada sebuah periuk hingga beliau ﷺ datang dan melihat air itu. Beliau pun terkejut, lalu memalingkan muka padaku sembari berkata: Engkau khadimku yang tak terpisahkan. Batinku berkata: Wah... betapa beruntungnya! Orang-orang berharap-harap agar dapat berkidmah pada Rasulullah ﷺ meski sebentar, dan Rasulullah telah merekrutku menjadi khadim beliau yang tak terpisahkan. Betapa senang dan bahagianya diri...