Postingan

Menampilkan postingan dari 2022

Meluruskan klaim: "Semua Riwayat Al-Wakidi Adalah Fitnah dan Dusta". Oleh: Ismail Abdullah Lc.

Derajat Al-Wakidi dalam pandangan ulama muhaddisin. Muhammad bin Umar Al-Wakidi: merupakan salah satu ulama yang memiliki peran penting terkait ragam riwayat yang berkaitan dengan sejarah, dalam hal ini para ulama sepakat bahwa riwayat al-Wakidi adalah hujjah. وقال أي الذهبي : "وقد تقرر أن الواقدي ضعيف ، يحتاج إليه في الغزوات والتاريخ ، ونورد آثاره من غير احتجاج"  ميزان الاعتدال ( 3 / 662 ) ad-Zahabi berkata: Bahwa al-Wakidi adalah perawi daif sudah menjadi konsensus, kendati demikian terkait peperangan dan sejarah, serta riwayat-riwayat langka darinya yang sifatnya bukan landasan utama, riwayatnya amat dibutuhkan. Ibnu Hajar al-Atsqolani , di dalam kitab Fathul Bari kerap kali memakai riwayat al-Waqidi untuk menguatkan riwayat lain. Antara lain; Lihat Fathul Bari/ Kitab al-Janaiz/ Bab  Ihdad al-Mar'ah. وَرَوَى ابْنُ سَعْدٍ فِي تَرْجَمَتِهَا فِي الطَّبَقَاتِ مِنْ وَجْهَيْنِ أَنَّ أَبَا حُمَيْدٍ الْمَذْكُورَ حَضَرَ جِنَازَةَ زَيْنَبَ مَعَ عُمَرَ ، وَحُكِيَ عَنْهُ مُرَا...

Seberapa Akurat Metode Barat?

                       M. Nora Burhanuddin Tak sengaja menemukan tulisan “Berbahayakah Studi Islam di Barat?” oleh Mas Annas Rolli Muchlisin, saya tergerak menuliskan kegelisahan ini. Bukan seputar topik utama tulisan itu yang punya kesan ingin mendamaikan beberapa penulis yag berseteru sebulan ini. Namun lebih kepada pembuktian, bahwa studi Islam di Barat yang dibangga-banggakan sebagai penelitian dengan metodologi objektif, sejatinya menyimpan cacat metodologis yang cukup fatal. Ketika menampilkan perbedaan antara menjadi agamawan dengan menjadi peneliti, Mas Annas menampilkan dua contoh hasil kajian barat terkait tafsir dan teologi yang dari alurnya seolah ingin mengatakan, “Inilah hasil kajian Barat. Sangat menarik dan objektif kan? Tanpa harus menjadi agamawan pun, metodologi Barat mampu menghasilkan kesimpulan kajian yang membawa kemajuan pengetahuan bukan?” Pertama, seputar tafsir, ia menulis: “Para peneliti tafsir di Ba...